Pendidikan
sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia, karena selain
pendidikan sebagai gejala, juga sebagai upaya memanusiakan manusia. Namun mahalnya biaya pendidikan
juga mengakibatkan banyakanya warga menengah kebawah tidak mampu merambah ke
dunia pendidikan yang lebih tinggi terlebih lagi persaingan perguruan tinggi di
hampir seluruh Indonesia menerapkan kebijakan untuk meningkatkan biaya
pendidikan
Perkembangan arus pasar bebas
(neoliberalisme) dalam dunia pendidikan membuat para petinggi di perguruan
tinggi kebakaran jengot untuk berlomba-lomba menaikan akreditasi menjadi world
class university, yang menjadi korban adalah para calon mahasiswanya yang harus
menempuh pendidikan tinggi selanjutnya dengan biaya yang sangat mahal, bila
kita melihat terminology world class university itu sendiri bermasalah, tidak
ada kejelasan mengenai kualitas dan kuantitas serta pengaruh yang besar
terhadap mahasiswa itu sendiri.
Hasil
penyusunan ranking yang disampaikan oleh Webometric Ranking of World
Universities oleh National Research Council, Spanyol menunjukan
bahwa dari 82 perguruan tinggi negeri di Indonesia hanya 4 (4,87%) yang masuk
dalam 500 world class university. Adapun nama-nama perguruan tinggi di
Indonesia yang masuk dalam kategori world class university dan Asia
University Ranking dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Lima (5) Besar Perguruan
Tinggi Di Indonesia Tahun 2009 (dari 5000 PT di dunia)
No
|
Universitas
|
Asia
University Rangking
|
Asia
University Rangking
|
1.
|
Universitas Indonesia
|
50
|
201
|
2.
|
Universitas Gajah Mada
|
63
|
250
|
3.
|
Institut Teknologi Bandung
|
80
|
351
|
4.
|
Institut Pertanian Bogor
|
119
|
500+
|
5.
|
Airlangga
|
130
|
400+
|
Sumber :
Webometric Ranking of World Universities, 2010
World class university itu sendiri
tak lebih hanya sebagai logo halal untuk kepentingan pasar global, setelah menjadi world class
university maka harga kuliah yang mahal pun dianggap sepadan dengan image world
class university selain itu nilai tawar
ijasah universitas pun menjadi lebih tinggi dalam dunia kerja, walaupun
demikiaan toh buktinya setiap lulusan world class university akhirnya juga
harus melayani kebutuhan kerja di dunia industry. Coba saja di survey ke semua
wolrd class university di Indonesia,
adakah lulusan yang tidak bekerja di dunia industry? para petinggi
Negara kita saat ini juga lulusan world class university, tetap saja Negara
kacau balau.
Mahalnya biaya pendidikan yang tidak memihak kepada warga
menengah kebawah adalah salah satu cara menindas masyarakat dalam mengeyam
dunia pendidikan, peran Negara hanyalah sebagai structural belaka, mentri
pendidikan Indonesia bahkan tidak berani mengeluarkan kebijakan yang pro
pendidikan murah, dan kemudian yang menjadi pertanyaan yang harus di jawab
adalah Pentingkah stempel wolrd class university ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar