Minggu, 03 Juni 2012

Apakah untuk menjadi world class university harus mahal?


 Pendidikan sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia, karena selain pendidikan sebagai gejala, juga sebagai upaya memanusiakan manusia. Namun mahalnya biaya pendidikan juga mengakibatkan banyakanya warga menengah kebawah tidak mampu merambah ke dunia pendidikan yang lebih tinggi terlebih lagi persaingan perguruan tinggi di hampir seluruh Indonesia menerapkan kebijakan untuk meningkatkan biaya pendidikan
Perkembangan arus pasar bebas (neoliberalisme) dalam dunia pendidikan membuat para petinggi di perguruan tinggi kebakaran jengot untuk berlomba-lomba menaikan akreditasi menjadi world class university, yang menjadi korban adalah para calon mahasiswanya yang harus menempuh pendidikan tinggi selanjutnya dengan biaya yang sangat mahal, bila kita melihat terminology world class university itu sendiri bermasalah, tidak ada kejelasan mengenai kualitas dan kuantitas serta pengaruh yang besar terhadap mahasiswa itu sendiri.
Hasil penyusunan ranking yang disampaikan oleh Webometric Ranking of World Universities oleh National Research Council, Spanyol menunjukan bahwa dari 82 perguruan tinggi negeri di Indonesia hanya 4 (4,87%) yang masuk dalam 500 world class university. Adapun nama-nama perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam kategori world class university dan Asia University Ranking dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Lima (5) Besar Perguruan Tinggi Di Indonesia Tahun 2009 (dari 5000 PT di dunia)
No
Universitas
Asia University Rangking
Asia University Rangking
1.
Universitas Indonesia
50
201
2.
Universitas Gajah Mada
63
250
3.
Institut Teknologi Bandung
80
351
4.
Institut Pertanian Bogor
119
500+
5.
Airlangga
130
400+
Sumber : Webometric Ranking of World Universities, 2010

World class university itu sendiri tak lebih hanya sebagai logo halal untuk kepentingan  pasar global, setelah menjadi world class university maka harga kuliah yang mahal pun dianggap sepadan dengan image world class university selain itu nilai tawar  ijasah universitas pun menjadi lebih tinggi dalam dunia kerja, walaupun demikiaan toh buktinya setiap lulusan world class university akhirnya juga harus melayani kebutuhan kerja di dunia industry. Coba saja di survey ke semua wolrd class university di Indonesia,  adakah lulusan yang tidak bekerja di dunia industry? para petinggi Negara kita saat ini juga lulusan world class university, tetap saja Negara kacau balau.
Mahalnya biaya pendidikan yang tidak memihak kepada warga menengah kebawah adalah salah satu cara menindas masyarakat dalam mengeyam dunia pendidikan, peran Negara hanyalah sebagai structural belaka, mentri pendidikan Indonesia bahkan tidak berani mengeluarkan kebijakan yang pro pendidikan murah, dan kemudian yang menjadi pertanyaan yang harus di jawab adalah Pentingkah stempel wolrd class university ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar