Press Released
Selasa tanggal 5 juni
2012
Denpasar – Memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada
tanggal 5 juni, segenap LSM lingkungan dan mahasiswa mendatangi kantor Gubenur
Bali pada selasa 5 juni 2012 pada pukul 09.00 Wita, puluhan aktivis pecinta
lingkungan ini berkumpul di lapangan Renon dan kemudian berjalan dengan
membentangkan spanduk bertuliskan “ HENTIKAN EKSPLOITASI ALAM BALI, WUJUDKAN
MORATORIUM PEMBANGUNAN AKOMODASI PARIWISATA”. sambil bernyanyi dan berorasi
menuju Kantor Gubenur Bali.
Saat ini, Bali telah mengalami
gejala-gejala krisis ekologi yang sangat serius seperti abrasi pantai, global warming, kekeringan,
persoalan sampah, limbah yang mencemari sungai dan pantai di sepanjang pesisir
Bali. Krisis yang dianggap paling mendasar adalah krisis air,penelitian yang
dilakukan oleh kementrian lingkungan Hidup pada tahun 1997, menyatakan Bali
akan mengalami krisis air pada tahun 2015 sebanyak 27 milyar liter air,
sementara badan lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali menyatakan Bali akan
mengalami krisis air bersih pada tahun 2020,’’ ujar masa aksi A. Haris, Sekjend
Frontier-Bali
Lanjutnya, selain masalah air,
akomodasi pariwisata di Bali mengalami kelebihan kapasitas sebanyak 9800 kamar
dengan tingkat hunian 51% berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Departemen
Kebudayaan dan pariwisata bekerjasama dengan universitas udayana, aktivis yang
aktif dalam advokasi lingkungan ini juga menanyakan tentang surat edaran
moratorium pembangunan yang dikeluarkan Pemprov Bali pada tahun 2011 yang tidak pernah dijalankan dengan konsisten
dan tidak pernah ditindaklanjuti dengan serius,
bahkan Pemprov Bali justru yang melanggar edaran moratoriumnya sendiri
seperti dengan memberikan rekomendasi terhadap pembangunan Bali Internasional
Park yang juga melanggar PP No 11 tahun 2010 tentang penertiban dan
pendayagunaan tanah terlantar yang dimana seharusnya tanah tersebut sebagai
tanah terlantar dan dikembalikan kepasa Negara serta dimanfaatkan sepenuhnya
untuk kemakmuran rakyat dalam hal ini petani dompa” Tegas Haris dalam orasinya
di depan kantor Gubenur.
Humas aksi Darmoko menyatakan “
aksi hari ini merupakan damai, guna memperingati hari lingkungan Hidup sedunia
yang jatuh pada hari ini, Bali Sebagai sentralisasi daerah pariwisata,
banyak melakukan eksploitasi lingkungan
yang tak bertanggung jawab atas nama pariwisata. Tidak hanya di sector hilir,
di kawasan hulu yang menjadi pemasok air bersih di Bali tak luput dari incaran
investor, hutan Dasong yang dikelola secara turun temurun oleh rakyat kembali akan di bangun akomodasi
pariwisata oleh PT Nusa Bali Abadi dengan luasan yang tidak tanggung-tanggung
yakni seluas 102 hektar, WALHI Bali mencatat PT NBA pernah mendapatkan ijin
pemanfaatan kurang lebih 23 ha di kawasan tersebut, apabila kawasan tersebut
dibangun maka krisis air ditafsir melampaui prediksi yang sudah ada mengingat
kawasan tersebut merupakan kawasan tangkapan air yang mensuplai pasokan air
bersih ke seluruh wilayah bali, rencana pemanfaatan tersebut juga dinilai telah
menodai nilai spiritual masyarakat Bali yang menjadikan kawasan hutan, danau
dan gunung sebagai kawasan suci dan juga melanggar Perda No 16/2009 tentang
rencana tata ruang dan rencana wilayah provinsi Bali.
Lebih lanjut aktifis lingkungan
yang menjabat sebagai Deputi Eksternal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
(WALHI-Bali) ini, melihat berbagai persoalan ekologi yang terjadi di bali,
Pemprov Bali harus melaksanakan moratotium pembangunan pariwisata dengan segera
membentuk masterplan pembangunan Bali secara komprehensif (mulai hulu ke hilir)
guna mereduksi praktek pembangunan yang cenderung ekploitatif yang tidak
memperhatikan aspek lingkungan hidup serta memberikan ruang dan kesempatan
kepada masyarakat untyuk berpartisipasi secara penuh dalam pengelolaan
lingkungan agar terciptannya pariwisata yang bertanggungjawab dan
berkelanjutan” ujarnya.
Dibawah teriknya sinar mentari,
aksi kali ini juga diramaikan dengan penampilan JRX – Supermen Is Dead dengan
Lagu “Jadilah Legenda” aksi ini berlansung hingga pukul 11.00 wita dan masa
aksi pun membubarkan diri dengan rapi dan tertib.