Kebijakan rektorat
dalam menyikapi SK dikti untuk menaikan biaya kuliah hingga 100% hingga 300% di
udayana, mendapatkan reaksi dari kalangan mahasiswa, hal ini membuat rektorat
mengemandatkan ke pihak dekanat untuk mensosialisasikan ke masing- masing
fakultas mengenaikan kenaikan biaya pendidikan yang terkesan komersialisasi
ini. Di fakultas hukum misalnya untuk biaya pendidikan selama 7 semester
mencapai 17,5 juta untuk angkatan 2012/2013.
Pertemuan dengan dekanat yang di hadiri beberapa mahasiswa
fakultas hukum menghasilkan beberapa point
1.
Mengenai biaya kuliah tunggal yang akan
diterapkan untuk tahun ajaran 2012/2013
di universitas udayanan sudah di atur dalam SK dikti
2.
SK dikti tersebut berisi 2 hal yaitu
a. Mengenai
pembuatan jurnal ilmiah untuk calon S1, S2 dan S3 berlaku mulai September tahun
ini
b. Mengenai
biaya kuliah tunggal
3.
Penulisan di jurnal ilmiah adalah syarat
wajib yang harus dipenuhi oleh mahasiswa guna bisa mengikuti ujian skripsi
4.
Mengenai biaya kuliah tunggal, untuk
fakultas hukum akan dikenakan biaya 2,5juta per semester untuk mahasiswa baru
2012/2013
5.
Untuk mahasiswa lama, biaya kuliah masih
tetap sesuai dengan apa yang di bayar sekarang ini
6.
Namun biaya kuliah yang sebesar 2.5 juta
per semester masi belum pasti karena masih akan di bahas lagi di rapa senat
universitas
7.
Uang sebesar 2,5 juta tersebut selama 7
semester sudah termasuk SPP, Biaya mencicil SPI, SOP, KKN, wisuda dan asuransi
Hal ini mendapatkan
perlawanan dari minoritas mahasiswa yang ada di fakultas hukum, Perlawanan terhadap komersialisasi
pendidikan yang dilakukan oleh beberapa kelompok mahasiswa, hanya menjadi angin
belaka di telinga pejabat kampus. Hal ini dikarenakan mayoritas mahasiswa saat
ini dikuasai oleh golongan masyarakat menengah ke-atas. Fakta obyektif tersebut
mutlak adanya, mengingat hanya minoritas mahasiswa saja yang bergerak melawan
komersialisasi pendidikan, kemudian banyak juga mahasiswa yang tidak peduli
atau tidak mau tau mengenai hal di kampusnya dan Sebagian mahasiswa bahkan
sudah putus asa dengan mahalnya biaya pendidikan di kampusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar